Via's Note

Via’s Note : Melayani dengan Ketulusan Hati

Hi all! ♡
Hari ini aku mau ngomongin sesuatu nih. Post aku hari ini terinspirasi dari ayat alkitab yang berbunyi “iman, pengharapan, kasih. dan yang terbesar diantaranya adalah kasih.” ( 1 Korintus 13 : 13).

7a41e5a4804c2de81bf5d5c2d07fa7f6-faith-hope-love-famous-quotes

Bagiku, salah satu cara menunjukkan iman dan cinta kasih kita adalah dengan cara melayani. melayani dengan ketulusan hati. Maukah kita melayani sesama tanpa pandang derajat atau tanpa mengharapkan imbalan? entah itu melayani yang lebih tua maupun lebih muda, dan melayani dengan ketulusan hati tanpa mengharap imbalan.

Aku sendiri, aktif dalam pelayanan gereja melalui choir mudika (muda – mudi Katolik) sejak kelas 10. Terus, disini aku juga bergabung dalam  kelompok choir Mudika Melbourne untuk tetap bisa aktif dalam pelayanan gereja. aku memilih choir sebagai wadah pelayanan karena memang itu yang aku suka dan aku bisa. Dengan terlibat aktif melalui pelayanan denga choir, aku bisa sekaligus menyalurkan hobi bernyanyiku, karena ikut choir means that you sing for God with all of your heart and soul. tapi bukan berarti selama ini pelayananku mulus-mulus aja tanpa hambatan dan tantangan.

Tantangan terberatku dalam aktif melayani di gereja itu, adalah ketidaksetujuan mamaku. apalagi sejak aku dipercaya untuk memegang kunci hall latihan. tapi untungnya, setelah aku menjelaskan kalau kuliahku akan baik-baik saja, mamaku sudah mengizinkan untuk aku aktif melalui choir dan Mudika Melbourne.

Memang, melayani dengan ketulusan hati gak mudah. Dalam kitab Kejadian 37 : 1-35, kita bisa belajar dari Yusuf, dimana ia difitnah, dijual oleh saudara-saudaranya, banyak perkara yang ia lewati dalam hidupnya. Tapi apa respon hati Yusuf? Apa yang Yusuf lakukan setelah apa yang semua ia alami?

Di sini kita di pesan bahwa Yusuf adalah salah satu contoh hamba Tuhan yang tetap setia dan taat, Ia mempunyai pribadi yang tetap rendah hati dan melayani sesama, meski sudah menjadi orang yang jabatannya tinggi sekalipun. Yusuf tidak pernah mengharapkan suatu imbalan yang seharusnya patut ia terima. Tapi apa yang dia lakukan berdasarkan respon hatinya yang benar, yang Tuhan mau tanamkan ke setiap hati kita masing-masing juga.

Janganlah kita melakukan sesuatu karna kita mau terlihat hebat, tetapi perbuatlah dan kerjakan semuanya dengan tulus dan rendah hati, tanpa terkecuali, punyalah hati yang mau MELAYANI bukan DILAYANI!
God Bless!

Your Aurora girl,

Advertisements

2 thoughts on “Via’s Note : Melayani dengan Ketulusan Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s