Opinion

Hari Kelahiran Pancasila

Hai guys.
back with me, in another opinion post. kita semua sebagai anak bangsa Indonesia pastinya mengenal yang namanya Pancasila. bahkan dari kecil. dasar negara kita, yang mungkin selama ini kita kenal hanya sebagai konsep, sebagai hafalan, dan mungkin.. sebuah gambar? Namun, akan ada momen di mana akhirnya kita bisa mengapresiasi penuh Pancasila sebagai identitas kebangsaan, payung yang meneduhkan, karena di dalamnya kita semua yang berbeda ini dapat diterima, berhak sejahtera, berhak bahagia sebagai warga Indonesia. Sekarang saatnya. Mungkin kalian yang aktif di sosial media terutama twitter & instagram sudah notice hashtag #SayaPancasila, #SayaIndonesia, #KitaPancasila, dan #KitaIndonesia?

Mengingat kondisi toleransi di Indonesia yang belakangan ini sudah mulai memasuki level ‘gawat darurat’ , makanya hashtag-hashtag seperti itu muncul sebagai positive campaign untuk menyuarakan ke-Bhinneka-an di bumi kita Indonesia. Selain itu, hashtag-hashtag itu merupakan perayaan akan makna Pancasila di Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Juni, alias hari ini. di twitter juga lagi trending #MembumikanPancasila. positive campaign seperti ini diharapkan dapat menyadarkan segenap lapisan bangsa kalau Pancasila adalah dasar negara yang tidak bisa diubah-ubah lagi, dan Pancasila lahir karena perjuangan the Founding Fathers of Indonesia. Pancasila juga sebuah wadah yang mampu mengakomodir keberagaman bangsa kita, karena dalam pancasila terkandung makna akan Indonesia’s unity in diversity.

Dan seperti yang aku sering bilang di post opiniku yang lain, banyak orang yang saking fanatiknya dengan agama mereka menjadi lupa tentang apa esensi sebenarnya dari agama. agama yang seharusnya menjadi tuntunan akhlak, tuntunan dalam bersikap, malah menjadi sesuatu yang terus menerus diributkan. hal-hal seperti inilah yang jika diributkan akan menjadi suatu perdebatan yang tidak akan pernah ada habisnya, yang ada malah mengancam persatuan bangsa kita. kita sebagai warga negara Indonesia harus sadar, bahwa Bhinneka Tunggal Ika itu bukan hanya sebagai semboyan bangsa, dan Pancasila bukan hanya sekedar prinsip, namun di dalamnya terkandung sebuah makna tersirat yang meng-akomodir keberagaman, baik itu keberagaman suku, agama, ras dan sebagainya di negeri kita.

Aku sendiri, lahir dan dibesarkan dalam keluarga Katolik. aku di-didik dengan ajaran Katolik, tapi aku juga banyak mempunyai teman-teman dekat yang berbeda agama. Nggak masalah, kok, karena perbedaan bukan alasan untuk tidak berteman dan membeda-bedakan, apalagi saling memusuhi. dan jujur aja aku heran sama beberapa oknum yang merasa agamanya paling superior, karena banyak dari mereka yang memaksakan kehendak bahkan sampai membuat aksi demonstrasi yang berkelanjutan dengan tujuan menekan pemerintah. karena ini berbahaya bagi persatuan bangsa Indonesia. Indonesia, dari dulu adalah negara yang bisa meng-akomodir segala keberagaman, baik agama, suku, ras, dan sebagainya, tapi tetap bersatu sebagai satu bangsa Indonesia, dan Pancasila adalah pedoman sekaligus wadah untuk itu. Kenapa?

Karena, Pancasila tidak mengajarkan kita untuk mencela antar masyarakat beragama, karena seluruh agama mengajarkan kita kebaikan dan percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa seperti yang tertera pada sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Pancasila tidak mengajarkan kita untuk mencela antar suku / ras / warna kulit / kedudukan sosial /  keturunan / jenis kelamin karena setiap manusia mempunyai hak yang sama untuk diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang tercantum dalam sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab.” Pancasila tidak mengajarkan kita kekerasan ataupun perpecahan karena Indonesia ini dilahirkan dengan penuh keanekaragaman. Jadikanlah keanekaragaman kita sebagai kekuatan dalam mempererat persatuan dan kesatuan Indonesia seperti yang tertulis dalam sila ketiga “Persatuan Indonesia.” Pancasila tidak mengajarkan kita untuk memaksakan kehendak karena Indonesia adalah negara demokrasi yang menjunjung tinggi musyawarah, mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi, serta bertanggungjawab dalam pelaksanaan hasil keputusan. Seperti yang tertera dalam sila keempat “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.” Pancasila tidak mengajarkan kita untuk bersikap egois, berbuat curang ataupun fitnah karena Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki sikap gotong royong, kekeluargaan, perbuatan yang luhur dan adil terhadap sesama. Seperti yang tercantum dalam sila kelima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Dengan adanya gerakan #SayaPancasila, #SayaIndonesia, dan #MembumikanPancasila, sebenernya kita diajak untuk merenungkan sejenak arti keberagaman di Indonesia, terutama di hari kelahiran Pancasila hari ini. mengajak kita untuk merenungkan sejenak, sudahkah kita memiliki sikap toleransi untuk sesama kita yang berbeda agama untuk menjalankan ibadah sesuai ajaran agamanya? sudahkah kita melaksanakan dan meng-amalkan pancasila dalam kehidupan kita seperti yang aku jabarkan di atas?

Semoga kita sebagai bangsa Indonesia bisa semakin menghormati, menghargai perbedaan dan keberagaman kita, serta menumbuhkan sikap toleransi kita. Momen hari Pancasila ini seharusnya mempersatukan kita semua sebagai sebuah bangsa yang menjunjung tinggi unity in diversity.

Unlimited love from your aurora girl,

Advertisements

One thought on “Hari Kelahiran Pancasila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s