Opinion

Generasi Kekinian?

hai guys. apa kabar?
Hari ini, aku akan membahas fenomena #challenges yang banyak bertebaran di social media. semua diawali kegerahanku melihat berbagai jenis #challenges yang sedang viral di social media. kenapa? karena dari sekian banyak #challenges yang bertebaran dan viral di social media, lebih dari 50%-nya gak bermanfaat, bahkan berisiko tinggi untuk kesehatan.

Challenge yang berbahaya dan cenderung nggak berguna lumayan banyak sih, contohnya seperti permainan skip challenge atau PassOut challenge. menurutku, challenge ini gak berguna, dan bahaya untuk kesehatan. challenge ini dilakukan dengan menekan dada sehingga dapat menghentikan pasokan oksigen ke otak dan menghambat pernafasan. Gara-gara hal tersebut biasanya orang yang melakukan skip challenge akan kehabisan napas, lalu kejang-kejang, dan pingsan seketika, lalu kemudian sadar kembali. walaupun kelihatannya sepele, tapi ini berbahaya. Jangan pernah bermain-main dengan pasokan oksigen ke otak karena mungkin saja bisa mengakibatkan kematian. Satu contoh challenge berbahaya lagi adalah salt & ice challenge, dimana si penantang akan menaburkan garam di kulit yang sebelumnya diletakkan es batu. Garam dan es batu adalah senyawa yang bisa menimbulkan sensasi terbakar di kulit. challenge ini berbahaya karena bisa merusak jaringan kulit dan menimbulkan luka bakar di kulit.

Seperti yang pernah aku bilang di sini, kalau stupidity, in any form of it, is my biggest pet peeves. dan banyaknya generasi muda yang ikut-ikutan challenge berbahaya semacam ini left me completely speechless. why? karena banyak generasi muda (kebanyakan umur 9-16 alias masih usia sekolah) yang nekat ikut-ikutan melakukan challenge-challenge yang viral demi terlihat kekinian dan keren, padahal challenge-challenge seperti ini justru berbahaya untuk kesehatan dan mempunyai risiko yang cukup besar untuk kesehatan, bahkan sebagian berisiko kematian, gagal jantung, luka bakar, dan lain sebagainya.  Memang sih, dilihat dari perspektif psikologis, anak-anak remaja memang sedang mencari jati diri. tapi, menurutku, dalam mencari jati diri, generasi muda tidak perlu ikut-ikutan melakukan challenge berbahaya semacam skip atau salt&ice challenge. Di sinilah menurut aku, peran guru dan orangtua dalam hal ini menjadi vital. guru dan orangtua perlu menelaah manfaat dari challenge-challenge berbahaya semacam ini, kemudian memberitahu risikonya, dan mengawasi permainan generasi muda. jika guru dan orangtua bisa mencegah generasi muda untuk sekedar ikut-ikutan trend dan melakukan challenge yang berbahaya, maka jumlah korban akibat challenge-challenge seperti ini bisa diminimalisir.

Untuk generasi muda yang cenderung suka ikut-ikutan trend, untuk apa sih kalian melakukan challenge-challenge seperti ini? please deh. kalian ikut-ikutan trend challenge seperti ini demi kelihatan keren dan kekinian, tapi sadarkah kalian akan resikonya? dengan kalian ikut-ikutan challenge berbahaya semacam ini, kalian tidak terlihat keren dan kekinian, but you look stupid karena permainan challenge seperti ini jelas-jelas berbahaya, bahkan bisa berisiko kematian. apa kalian mau senang sesaat terus kena gangguan kesehatan berkepanjangan setelah itu? so, think again before you decide to join these dangerous challenges. because your health is in your own hands. dan kalau generasi mudanya mudah ikut-ikutan trend seperti ini, aku jadi bertanya-tanya, ke depannya Indonesia mau dibawa kemana ?

instead of ikut-ikutan trend challenge di social media, lebih baik kalian mengisi waktu luang dengan berorganisasi dan berkarya. dengan berorganisasi, kalian akan dapat berbagai pengalaman berharga yang akan berguna di dunia kerja. dengan berkarya, kalian bisa mengharumkan nama bangsa dengan karya, terutama di bidang kreatif. banyak kok, yang berhasil mengharumkan nama bangsa dengan berkarya sampai taraf internasional. contohnya White Shoes & the Couples Company, Endah n’ Rhesa,  Superman is Dead, Mocca, dan masih banyak lagi. semua band indie ini sukses go international berkat karya mereka. kalian bisa berkarya dalam bidang yang kalian kuasai, entah itu gambar, dance, nyanyi, dan lain-lain.

Jadi, untuk generasi muda Indonesia, jangan ragu untuk berorganisasi dan berkarya dari usia muda, mengasah skill dan kemampuan kalian, ketimbang mengikuti trend challenge yang ada. challenge seperti itu gak ada gunanya dan berisiko banget untuk kesehatan kalian. Teman-teman, ayo dong, be smart and wise, karena masa muda hanya sekali dan gak akan pernah bisa terulang. jangan sampai kalian menyesal di kemudian hari. Jadi, selagi masih muda, gunakan waktu kalian untuk menambah skill dan berkarya, instead of ikut-ikutan challenge gak jelas di social media.
Setuju?

Salam sayang,

Advertisements

4 thoughts on “Generasi Kekinian?

  1. setuju banget nih. generasi muda zaman sekarang emang perlu di-didik biar ga mudah ikut-ikutan trend challenge-challenge yag bahaya buat kesehatan kayak skip challenge dan juga salt & ice challenge.

    Like

  2. Ka, seperti biasa tulisan kaka kritis dan langsung ke intinya. karena ikut-ikutan challenge seperti itu bahaya buat kesehatan. terlalu besar resikonya kalau menurut aku. mendingan daripada sekedar ikut-ikutan , kita menambah skill dan berkarya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s