Books · Reviews

[ Review] Novel Inteligensi Embun Pagi – Dee Lestari

Hai guys!
Apa kabar?
Hari ini aku mau review lagi nih, kali ini aku mau review novel. Novelnya Ka Dee Lestari yang judulnya Inteligensi Embun Pagi. I have finished reading since last month, but I just got the time to make the review.

iep-book-3d

Hmm… aku membaca novel ini kurang-lebih sebulan, dari Desember 2016 sampai akhir Januari 2017. Menurutku, novel ini adalah novel paling epic yang pernah aku baca. Ka Dee sebagai penulis menurutku sangat berhasil menciptakan semacam her own universe dalam bentuk fiksi di serial Supernova ini. dari buku 1 – 6 benar-benar keren, soalnya penggambaran jalan ceritanya epic. Karakter yang ada? Jauh lebih epic lagi. Di Inteligensi Embun Pagi (IEP), sudah gak ada lagi intro – intro seperti di buku 1-5, karena semua langsung diceritakan dalam suatu storyline yang keren dimana semua karakter (dari episode KPBJ hingga Gelombang) akan bertemu. Jadi memang disarankan untuk membaca buku 1-5 sebelum membaca IEP biar ngga bingung sama tokoh-tokoh dan jalan cerita sebelumnya.

Novel IEP sebagai episode pamungkas atau episode ‘pembungkus’ serial Supernova memang bener-bener keren. Karena ceritanya, dari awal sampai akhir, itu disusun dengan detail dan cermat sehingga menghasilkan storyline yang (isitilahnya) ‘gaspol’ dari awal sampai akhir. Dan, semua misteri dari buku 1 sampai 5 – terkuak disini. seperti peran masing-masing tokoh dari buku 1 sampai 5 : Ferre, Dimas, Reuben, Diva, Elektra, Zarah, dan Gio dalam satu kesatuan cerita serial supernova ini terkuak. juga misteri hilangnya Firas, ayah Zarah dalam buku keempat : Partikel akan terungkap disini. selain itu, selama membaca IEP ini ada berbagai plot twist yang gak terduga dan memperkaya cerita secara keseluruhan. Another surprise adalah bahwa banyak tokoh-tokoh yang tadinya cuma berperan pemanis aja di buku sebelumnya, nah ternyata mereka punya peran penting di IEP ini. Asli, kaget banget bagian Toni alias Mpret dan Bong temennya Bodhi… Gak nyangka…

Okay, ngomongin penokohan, di buku ke-6 ini, entah kenapa karakter masing-masing tokoh menjadi lebih kuat. serius. Karena menurutku semua karakter tokoh utama dalam supernova adalah karakter yang kuat, karakter yang melekat di hati kita. Aku yakin masing-masing pembaca setia serial ini punya favorit tersendiri dengan alasan-alasan tertentu. Di twitter bahkan rame pake hashtag #TimAlfa #TimBodhi #TimZarah #TimElektra #TimGio… ya ampun sampai segitunya ya para pembacanya… Kalau aku sendiri selalu mendeklarasikan diri sebagai #TimElektra. Etra, alias Elektra, alias Petir. Gadis yatim piatu yang hidupnya nelangsa banget, seorang sarjana yang penggangguran dan tiap hari cuma makan mie instan dan telur saking menghemat sisa tabungannya, hahahaha. Elektra yang akhirnya berhasil membuka warnet terkenal di Bandung yakni Elektra Pop. Elektra yang berhasil bikin kita kesal dengan ulahnya membakar Asko, juga betapa lemahnya dia dibanding tokoh supernova lain. Tapi siapa sangka ternyata justru Elektra-lah salah satu kunci keberhasilan untuk pertempuran para peretas melawan sarvara. Ga cuma itu, di buku ini si Elektra makin lucu ajaaa!!! gemes maksimal jadinya!

Tapi gak bisa dipungkiri kalau karakter Bodhi yang paling kuat diantara semua peretas ini. Bodhi si traveller yang ingin menemukan jati dirinya. Bodhi si peretas kisi. Selain itu, Alfa dan Gio gak kalah menawannya, karena penggambaran dua tokoh ini rasanya bikin hati perempuan klepek-klepek. Kalau disuruh pilih Alfa atau Gio, aku  pasti galau akut hahahaha sebab duo peretas ini sama kerennya. Beberapa orang bilang bahwa Alfa adalah tokoh yang kurang kuat karakternya, tapi ternyata kita dikejutkan dengan berbagai hal mengenai kekuatan karakter si ganteng satu ini dalam buku IEP. Aku yakin, kalau menyatukan tokoh-tokoh utama dalam satu buku dan makin memperkuat karakter dari tokoh tersebut bukanlah perkara mudah. Tapi, bukan ka Dee namanya, kalau dia gak mampu bikin pembacanya kehilangan kata-kata alias speechless.

Salah satu yang aku suka dari buku ini dan membuatku betah berlama-lama membaca IEP adalah banyaknya tawa yang dihadirkan ka Dee lewat trio infiltran yang bikin saya ketawa sampai sakit perut. Apalagi kalau Kell sudah berinteraksi dengan Bodhi dan Alfa! Asli kocak banget. Bagian favoritku, ya… “Tim Chen-Doll” dan asinan bogor! Ampun deh, Kell… Ada-ada aja dia! Terus, pertemuan kembali antara Bodhi dan guru Liong, juga Kell adalah momen lucu yang bikin aku ngakak karena si Bodhi terlalu sentimentil, si Kell terlalu gokil dan Liong terlalu LURUS! Ngomongin soal lucu, Elektra juga ga kalah lucu. Udahlah lagi genting-gentingnya, eh tetep aja ngelucu! Apalagi kalau udah bareng si Mpret aka Toni, makin error aja si Etra. Bagian favoritku adalah waktu para peretas mau mencari dimana Portal cermin dan masing-masing nyebutin tempat-tempat yang tak terjangkau manusia. Dengan polosnya si Elektra nyebutin “Timbuktu” sebagain salah satu ujung dunia….Hahahaha! Diketawainlah dia ama temen-temennya… trus pakai acara ngomong bahwa fakta itu menurut Donal Bebek. Ya ampun, Etraa!!

Dan thanks banget buat ka Dee atas karya-nya yang begitu menakjubkan. Ga rela rasanya serial favorit disudahi disini. Sengaja bacanya pelan-pelan, menghabiskan hampir sebulan untuk 690 halaman namun seperti yang dikatakan sang penulis “sebuah akhir akan mengasilkan sebuah awal, kata TAMAT akan menggiring kita ke PENDAHULUAN yang baru. So, secara overall, aku memberi rating 5 out of 5 untuk episode pamungkas serial Supernova ini.

Kalian ada yang baca novel ini juga?
Yuk sharing di comment!
Ditunggu yaa!

Love,

Text_divider_long_43

Advertisements

2 thoughts on “[ Review] Novel Inteligensi Embun Pagi – Dee Lestari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s