Poetry

Pelangiku.

Hari ini hari ke-enam..
Dan enam hari sudah, aku menenun rindu.
Angin menjadi teman cengkramaku..
Kadang kutitipkan salam padanya, sebelum ia bertiup..
Sampaikah padamu?

Suatu malam…
Di atap sedang terjadi pesta dansa,
Rinai hujan yang jadi penarinya.
Diriku tenang menyimak setiap irama..
Simfoni yang tidak pernah sama biramanya.

Kuhitung detik sampai ia muncul..
Sahabatku yang paling cantik,
Seolah membelah langit, ia turun.
Ia sentuhkan ke bumi.
ketujuh warnanya yang paling mulia.
Aku masih berangan, di saat yang sama..
Ketujuh bidadari pun turun juga.

Ia selalu ada,
ketika pelangi singgah untuk bertemu…
Pada warnanya yang bersinar, kubisikkan segenggam gumam..
Ia janji takkan lewatkanmu lain hari, begitu isinya..
dan pada warnanya yang bersinar, kutitipkan sebuah pesan..
Berisi kerinduanku kepada dirinya..

Karena itu, nanti…
Bisakah kau datang lagi,
pelangiku?

Melbourne, February 27th, 2017.

Text_divider_long_43

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s