Blogging & Design

Write Productively

Hey guys!
I was browsing using my phone when I spotted this comment by one of my reader :

And I decided to answer her question in this post. First of all, to be productive means  to be consistent. It means that if you want to write productively, you have to write consistenly.

Merupakan perjuangan tersendiri buat aku dalam mengingatkan diri sendiri supaya nggak berhenti nulis dua tahun terakhir ini. Produktifitas sekarang bukan cuma keinginan, tapi keharusan. Kenapa? Karena I want to be better, better, dan better, yang juga adalah salah satu cara demi meningkatkan kepercayaan diri akan hasil tulisanku sendiri. Banyak yang nanya ke aku, gimana caranya supaya bisa nulis bagus? Itu sama seperti nanya bagaimana caranya supaya bisa jago berenang. Atau jago main piano. Atau jago naik gunung. Jago menggambar. Jawabannya bisa banyak, tips dan trik khas masing-masing ahli dan sebagainya, tapi satu yang nggak mungkin nggak kesebut adalah: latihan. Latihan, latihan, dan latihan. Menulis, dan terus menulis.

Mungkin dari kalian banyak yang bakal bilang kayak gini “Tapi bingung mau nulis apa, suka nggak ada ide.” Yup, pasti banyak nih dari kita yang suka nulis tapi rasanya lebih banyak bingungnya mau nulis apa ketimbang nulisnya. Tapi semakin ke sini, aku jadi semakin sadar bahwa kalau udah ngomongin soal ide, kita para penulis yang produktif dan proaktif itu harus jemput bola.

Jemput bola? Iya, jemput bola. Atau lebih tepatnya, jemput ide. Kita menjemput ide-ide tersebut, kita yang aktif mencari ide-ide itu dan nggak nunggu-nunggu mereka datang nyamperin kita (berlaku juga buat mood!). Ini terutama penting banget buat kita yang udah niat mau terus konsisten latihan nulis tapi bingung mau nulis apa. Idenya ada, kok. Tinggal kita yang nyamperin mereka!

You can always write about anything! Serius, semua hal di sekeliling kita ini bisa kita jadikan tulisan. Saat ini aku lagi duduk di sebuah cafe di Melbourne. Aku tadi masuk dan memesan menu summer. Dari situ aja udah bisa dijadiin ide tulisan, tuh: seorang cewek yang masuk cafe langsung memesan, dan sambil makan atau minum dia terlihat mengerjakan sesuatu. Kenapa kira-kira dia seperti itu? Apa kesibukannya? Darimana dia mempelajari kebiasaan itu? Dan seterusnya, dan seterusnya. Tapi lihat kan, dari satu situasi yang lagi kita alami sendiri aja, we can already make up soooo many stories. Dan itu, itu adalah ide kita. Itu adalah apa yang bisa dijadikan tulisan oleh kita! Jadi, yuk kita menjemput ide!

Your one and only,

Text_divider_long_43

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s