Random Thoughts

8:32 pm.

Diremehkan itu adalah hal yang menurutku paling nggak enak. Kita jadi ngerasa nggak bisa apa-apa, ngerasa kecil, bahkan sampai ngerasa terluka. Aku nggak pernah nyaranin siapa pun untuk ngelakuin itu ke makhluk hidup manapun, terlebih ke orang yang kalian kenal.

Aku? Aku sering diremehkan. Ya oke, nggak terlalu sering. Nggak jarang juga. Lately, perasaan sakit hati itulah yang aku rasain. Perasaannya ketika di perlakukan kayak gitu… Hehe. Macem-macem. Aku jadi tiba-tiba keinget mami. Aku emang deket sama mami. Tapi yang perlu diketahui (oleh Tuhan dan diriku sendiri, kalian nggak perlu tau), aku sayang banget sama mamiku. Apa yang aku lakuin selama ini cuma buat mami, nggak ada yang lain. Entah, ketika aku lagi marah, hati atau harga diriku lagi di injek-injek, aku selalu terbayang mami yang lagi tersenyum dan itulah yang selalu ngebuat air mataku jatuh.
Mamiku pernah bilang, “Cici, kamu harus bisa tunjukin ke orang-orang yang ngeremehin kamu, yang ngerendahin kamu, kalau kamu itu bisa lebih baik dari mereka. Dan buat mereka ga menyangka kalo ternyata cici bisa.” Kata-kata itu selalu aku terapkan dalam segala aspek di hidupku.

Iya, aku emosian. Aku pun marah banget kalau dapet perlakuan kayak gini. Tapi beberapa saat kemudian aku cuma bisa senyum dan ngomong dalam hati, “We’ll see.”
Hehehe ternyata berawal dari sakit hati karena ucapan dan perlakuan orang lain bisa jadi motivator yang cukup ampuh buatku. Terserah mereka mau bilang aku apa. Mau caci-maki dan kata-kata kotor seperti apa yang mereka lontarkan ke aku, itu semua nggak akan membuat aku jatoh dan berlarut-larut dalam kesedihan. Semua itu seperti api yang menjilat kulitku, panas memang, tapi aku bisa langsung ngalahin rasa perihnya dengan menyiram pake air dingin.

Mungkin sekarang ini aku hanya bisa menulis, menulis, dan menulis. Semua sakit yang sedang aku rasain cuma bisa aku alirkan ke huruf-huruf yang sedang kuketik.

I’m on my way to success. Toh, I’m showing you right now. Inmight be young, but I achieved more. Dan aku percaya, dengan mimpiku, someday, aku akan berada di puncak tertinggi bersama dengan impianku.

Aku tidak butuh segala kebencianmu terhadapku untuk menghalangiku mencapai apa yang kuinginkan. Kebencianmu adalah cambuk bagiku, dan aku akan terus jalan dan at the end, aku perlihatkan kepada kamu bahwa aku bisa lebih–jauh lebih baik–dari kamu 🙂

Aku akan lulus kuliah dengan usahaku sendiri, aku akan berkarir atas usahaku sendiri pula, aku akan jadi anak yang bisa nemenin mamiku sewaktu beliau tua nanti, aku akan jadi teman yang bisa ngebantu teman lainnya, dan lain-lain. Yang jelas, aku ingin menjadi orang sukses supaya aku bisa membuktikan kalau aku bisa sukses, terutama kepada semua orang yang (pernah) meremehkan aku.

Balas dendam? Mungkin.
You and I, let’s see who’s gonna win?

Your One and Only,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s