Random Thoughts

6 tahun lalu?

Hai guys. Akhir tahun kemarin menyambangi mantan sekolah (tolong jangan fokus di kata mantan ya huehehe), dan rasanya………

Rasanya?

Apa ya, kata yang tepat bisa mendeskripsikan rasa ya ampun udah lama banget ya ampun Absis sekarang kayak gini? ya ampun makin bagus sekarang aduh ya ampun dulu aku yang pake seragam, oh ya ampun itu taman tempat aku selalu cari sinyal hp pagi-pagi sebelum masuk wah itu kamar mandi dan itu titik dimana aku selalu berdiri menghangatkan punggung di bawah sinar matahari ya ampun ya ampun ya ampun selain… kangen?

Aku jalan di lorong—yang dari dulu selalu aku rasa mirip lorong stasiun antik (if there is even such thing)—sambil senyum-senyum sendiri, mengenang hari-hari SMA, kemudian aku merasa lucu… karena tiga tahun yang lalu, ada anak SMA, di tahun terakhirnya di sekolah itu, sedang jalan menuju kelasnya menyusuri lorong yang sama, tapi mukanya ditekuk, tangannya dilipat, dan aku tahu persis langkah-langkah anak SMA itu terlampau berat. Seberat hatinya. Hatinya waktu itu belantara emosi; kemarahan, kejengahan, kesedihan, kelelahan, nyaris kebencian bahkan, dan cukup banyak pagi-pagi yang ia lalui seperti itu. Bahkan di hari-hari tertentu semuanya bisa memuncak menjadi tangis yang harus ia tahan. Anak SMA itu, tiga tahun lalu, ingin cepat-cepat keluar dari sekolah ini. Dari negara ini bahkan.

Kemudian teringat lagi enam tahun lalu—bentar, izin tersedak dulu karena… ENAM TAHUN? Seriusan sudah selama itu?—anak SMA yang sama, cuma dulu masih pakai seragam SMP karena belum dibagikan (dan diizinkan?) pakai baju SMA, melangkah masuk SMA Abdi Siswa dengan sumringah. Sekolah impiannya, sekolah nomor satu. Selain itu, ini sekolah sepupunya juga.Tentu saja itu, baginya dulu, merupakan sesuatu! Bukan main senang dan bangganya anak baru SMA itu, tapi ia diam-diam saja, bangganya disembunyikan di sela tarikan napasnya, ia embuskan pelan-pelan bersamaan dengan sungging senyumnya hanya ketika tidak ada yang melihat. Senyumnya biasanya makin lebar tiap hari Jumat, karena tiap Jumat ia mengenakan batik sekolah yang jadi kebanggaannya. Batik yang hingga sekarang masih ramai dipuji. Itu batik sekolahmu? Bagus sekali…

Hehe, anak SMA itu aku.

Lucu ya, waktu?

Setelah empat tahun penuh hiruk pikuk itu, hahaha. Tapi ternyata pada akhirnya, aku selalu pulang ke Absis dengan perasaan senang.

Sudahkah kamu mengunjungi mantan (sekolah)mu?

💜,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s