Daily Life

21 Tahun.

Hai guys!
Apa kabarnya nih?
Semoga baik-baik aja yah.

Menjalani minggu pertamaku sebagai gadis 21 tahun yang ternyata cukup menyenangkan. Tadinya mau cerita juga soal ulang tahun kemarin tapi dari tadi coba ingat-ingat tapi kayaknya otaknya masih belum bisa memproses memori seperti biasa. Kebanyakan tidur nih kayaknya.

Jadi kemarin, di hari ulangtahunku, surprisingly, keluargaku yang dari Bogor dateng ke Jakarta… terus, yah bertukar cerita, setelah mungkin setahun gak ketemu. Aku juga dikasih kue ulangtahun dari teman mamaku, terus kita semua merayakan ulangtahunku dengan dinner bareng di Central Park Mall.

Yang jelas aku bersyukur bisa melalui 20 tahun kemarin bersama orang-orang yang aku sayang. Keluarga, teman-teman, dan kalian. Jujur mungkin ini ulang tahun yang paling tidak aku tunggu-tunggu. Seperti bukan waktunya lagi merayakan pertambahan umur dengan meriah. Memikirkan akan memasuki usia 21 tahun saja sudah membuatku cukup takut. Ke depannya mau bagaimana, jadi apa, mimpi-mimpi apa yang sebenarnya mau aku capai. Ampun deh sekalinya nulis ini aku jadi kepikiran lagiiii! tolong!

But now, i think i’m ready to saying goodbye to my teen years. Tapi setelah dipikir memang hal-hal seperti itu yang seharusnya aku pikirkan sekarang. Dan bisa merayakan pergantian dekade dalam hidupku tahun ini dengan sederhana membuatku sangat bahagia. Bahagia akhirnya ketakutanku menuju umur 21 ternyata bisa benar-benar terlampaui. Walau sekarang harus membiasakan dipanggil “bu” atau “mba” sama mas-mba di restoran.

Jujur saja, ke depannya masih banyak yang ingin aku pelajari untuk menambah ilmu sekaligus juga menambah skill. Dalam jangka pendek, hal-hal yang sudah pasti dan (akan) aku lakukan adalah mempertajam skill bahasa-ku, terutama bahasa jepang & bahasa mandarin. aku sudah punya basic, dan hanya tinggal memperdalam aja.

Untuk jangka panjangnya, tentu aja aku ingin menyelesaikan kuliah. sebaik-baiknya. Karena memang, setelah lulus nanti… aku ingin mendapat pekerjaan yang sesuai dengan bidangku, tentunya. Walaupun masih belum tau apakah aku ingin stay for good di Melbourne, atau pulang ke Indonesia. Semua pilihan itu tentunya masih belum fix, karena akan kemana aku selanjutnya, entah itu stay di Australia-ataupun pulang ke Indonesia- ttergantung dimana aku akan dapat pekerjaan nantinya. dan aku ingin sekali menyelesaikan kuliah dengan sebaik-baiknya, plus juga menambah skill yang diperlukan, terutama bahasa – untuk memasuki dunia kerja nantinya.

Dan ke depannya, mimpi yang ingin aku capai adalah menjadi seorang jurnalis dan juga novelis. Aku memang suka banget nonton acara berita & talkshow, dan salah satu favoritku adalah Ayo Cari Tahu & Mata Najwa di Metro TV. dari situlah, aku ingin menjadi jurnalis. sementara untuk novelis, aku banyak terinspirasi dari penulis-penulis favoritku seperti Dee Lestari, Ika Natassa, Gillian Shields, Suzanne Collins, John Green, and Veronica Roth.

doakan aku ya, teman-teman!

Your one and only,

Advertisements

6 thoughts on “21 Tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s