Poetry

Butir Salju

Musim salju tiba, butiran salju selalu turun.
Kendatipun kita ada diantara beribu-ribu massa,
namun kita menatap langit nan satu..
Bersama dengan terpaan angin, disegarkan udara.

Ku mungkin tak tahu apa-apa tentangmu.
Kendatipun ku temukan dirimu dalam jutaan massa,
Tiada sumpah maupun janji, aku meyakinkanmu.

Tak mungkin kita hidup bersama dan tak sedikitpun bertentang,
Namun jujurlah, kesedihan dan kebahagiaan tiada berarti.
Apabila butiran salju dapat memutihkan kalbu kita..
Dapatkah kita berdua saling berbagi sepi?
Kan ku tekankan telingaku pada dadamu.
Dan pergi dalam sana, ke tempat dimana kudengar suaramu,
Dan bertemu denganmu lagi.

Kau dan aku ingin dapat memahami..
Akulah yang menyapukan permukaan itu.
Hanya dengan menggenggam jarimu,
Kita telah terikat dalam satu.

Butiran salju begitu rapuh..
Turun di hadapan kita, tinggalkan noda pada aspal nan kasar.
Butir salju tak dapat engkau andalkan,
untuk menggerakkan hatimu.

Kendatipun ku ingin selalu melindungi kita..
Apabila butiran salju dapat memutihkan kalbu kita,
Dia ‘kan tutupi rasa sepi kita, dan melemparnya ke udara.

Jakarta, Nov 18th, 2016.

Advertisements

2 thoughts on “Butir Salju

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s