Daily Life

Yang Terlupakan (Part 1)

Hai semuanya!
Ini ceritaku, saat weekend kemarin.
Jadi, mari kita mulai….

Sudah hampir 2 jam aku duduk termangu di hadapan secangkir coklat hangat yang tak lagi hangat, serta buku membosankan yang sejak tadi aku letakkan. Memutuskan untuk menatapi orang-orang berlalu-lalang di jalanan seberang cafe yang sedang aku kunjungi. Tadi pagi aku terbayang secangkir coklat hangat mungkin akan cocok menemani hari Minggu-ku. Secangkir coklat + buku + suasana cafe yang ramai. Terdengar seperti weekend yang menyenangkan, memang. Tapi nyatanya coklat hangat yang sedari tadi kupesan mungkin merasa sedikit terhina, sosok semanis dia hanya dibiarkan terduduk diam menunggu untuk disentuh hingga kedinginan.
Akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganjal pikiranku. Entah apa. Aku tidak tahu. Mungkin aku tidak ingat. Tapi sungguh, aku ingin sekali mengingatnya.

Sangat mengganggu sampai-sampai aku tak bisa tidur nyenyak beberapa hari kemarin. Memikirkan entah apa yang semesta mau aku pikirkan.

“Sst…”
“Sssstttt…”

Seketika aku tersadar dari lamunanku dan mencari arah suara itu.

Tapi tak ada seorangpun ada di situ. Walaupun pengunjung cafe Minggu itu cukup ramai namun mereka lebih memilih untuk duduk di dalam. Karena kondisi bangku dan meja di luar cafe basah karena hujan yang mengguyur Melbourne tadi pagi.

Aku mencoba mengabaikan kejadian itu dan mengambil kembali buku yang sedari tadi aku abaikan. Buku yang aku beli beberapa hari lalu itu memiliki sampul yang menarik. Namun sayang, sungguh bosan aku dibuatnya. Tapi sepertinya itu jauh lebih baik daripada aku mulai membayangkan hal aneh seperti tadi.

“Sstt..”

“Sssssstttttt…”

Suara itu muncul lagi.
Kali ini lebih keras dan aku yakin itu bukan cuma halusinasiku saja.

Kanan, kiri, aku menoleh. Tak kutemukan sosok lain selain diriku. Dari mana arah suara itu aku sama sekali tak yakin.

“Hey, kamu! Berhenti mencari!” Katanya, semakin keras dan lantang.
“Berhentilah mencari dan lihatlah dirimu sendiri.”

Aku tertegun.
Suara itu?
Berasal dari dalam diriku?

to be continued…

Cheers,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s