Poetry

Ilusi

Ketika ilusi menjamah
sebuah hati yang sepi…
Aku termenung,
Impian itu… kini mati.

Tersakiti karena mimpi..
Karena, mungkin aku..
hanya seorang yang lemah.
Munkin juga.. impian itu
hanyalah mimpi untukku.

Tapi.. bisa kurasakan
sebuah dorongan kuat dari hatiku,
entah apa itu.
Mengingatkanku bahwa setiap orang terlahir
sebagai seorang beginner.

Sampai akhirnya..
aku mampu tegak berdiri, sekali lagi.
untuk menata mimpiku
Karena aku tak rela.
Tak rela membuang mimpiku begitu saja
Tanpa perjuangan.

Aku siap kembali melangkah,
meski harus tertatih ataupun terjatuh,
aku siap untuk bangkit.
Karena aku percaya, suatu hari nanti..
impian itu.. Akan menjadi kenyataan, meski tidak mudah.
tapi aku percaya usaha keras tidak akan pernah menghianati.
peluhku, air mataku, rasa sakitku,
Akan terganti dengan mimpi yang akan menjadi nyata,
Suatu hari nanti.

 

Melbourne, 11 September 2016.

Text_divider_long_43

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s