Poetry

Persepsi.

Hari ini, semesta berbicara,
walaupun dengan cara yang berbeda.
Semesta berbicara lewat kehadiran dirinya.

Seorang gadis kecil yang sedang menangis,
entah kenapa.
Ia terlihat begitu sedih.
Sepi ya, gadis kecil?

Kelihatannya, ia butuh seseorang
untuk menemani dan menghiburnya.
Gadis kecil itu,
dia tak pernah terlihat begitu rapuh.
Tak pernah terlihat begitu sedih.

Sesaat kemudian, tampak seorang gadis remaja menghampirinya.
Menemani dan menghibur si gadis kecil.
Dan tangisan gadis kecil itu pun sirna,
dan berganti menjadi sebuah senyuman indah.

Aku percaya,
Hari ini semesta berbicara lewat perantaraan dirinya.
Seandainya kalian juga disini,
Katakan,
Bagimana reaksimu melihat senyumnya?
Melagu,
atau meragu?

 

Melbourne, 13 Juli 2016.

Cheers,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s