Poetry

Angin

Hai, kamu yang disana..
terdengarkah olehmu?
Suara angin saat kita bercengkrama?
Halus mendayu menyapu keningmu
Merengkuh pundakmu yang kaku.

Hai, kamu yang disana…
Pernahkah kau lihat
Warna angin kala ia tersipu?
Terasakah saat ujung jemarinya
Jentikkan dedaunan pagi?
Terasakah saat ia
Menghembuskan udara sejuk?

Mungkin tidak selalu kau perhatikan.
Tapi pada jubahnya yang lembut, aku titipkan
surat-suratku.
Aku titipkan senyum dan salam cinta.
Aku titipkan cerita dengan gambar dan warna.

Mungkin tidak selalu tersampaikan.
Tapi, pada angin sahabatku
Semua serpih kepercayaan,
Semua pahit ketakutan,
Semua getir kerinduan,
Dan semua kepingan 
aku titipkan.

 

Melbourne, 7 Juli 2016.

Masih gadis yang sama,
walaupun tak sekecil dulu lagi.

Advertisements

2 thoughts on “Angin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s