Daily Life · Random Thoughts

Pertanyaan.

Kemarin malam benakku dipenuhi banyak pertanyaan. Saking banyaknya yang harusnya bisa bobo cepat karena gak ngapa-ngapain, malah semalaman depan laptop. Termenung.

Eh, kalo sambil ngemil gak bisa dibilang 100% termenung yah? Hahaha
Sebenarnya gak hanya kemarin malam sih. Lebih tepatnya kemarin adalah puncak dimana semua pertanyaan itu berkumpul di benakku dan siap untuk di pertanyakan.
Pada akhirnya aku memutuskan untuk menanyakan pertanyaan itu pada seseorang.

One random question that popped into my head.

“Bagaimana kamu memaknai hidup kamu?”

Okay, sebelum aku kasih tahu jawaban orang itu. Alangkah baiknya aku menceritakan ke kamu apa yang sebenarnya aku rasakan.
Seperti yang aku katakan di awal, belakangan kepalaku dipenuhi oleh berjuta pertanyaan. Tentang hal apapun, aku mempertanyakan banyak hal. Ini sedikit membuatku pusing dan bingung. Aku berpikir, untuk apa? Hal-hal yang pada hakikatnya tinggal aku jalani tanpa harus aku pertanyakan lagi.
Hahaha, kayaknya berat banget ya. Tapi kurang lebih seperti itulah rasanya.

Malam itu aku dan anak-anak yang lain terlibat pembicaraan yang seru di LINE group chat.
Posisiku lebih cocok dibilang sebagai penyimak pembicaraan mereka.
Mulai dari kuliah yang sekarang kita jalani, film-film bagus, buku. Dan sampailah kita pada topik yang belakangan sering aku pertanyakan.

Hidup.

“Aku heran dengan orang yang lagi kuliah tapi mikirin rumah, lagi di rumah malah mikir nya kuliah. Itu cara hidup yang salah. Kita harus hidup dalam momen. Kalo lagi di rumah ya nikmati saja saat di rumah, kalo lagi kuliah ya pikirinnya kuliah aja.”
“Kamu sendiri gimana? Merasa hidup di dua tempat seperti ini gak? Maksudku, kuliah, latihan dance dan menjadi blogger. Berat bukan?” lanjutnya lewat group LINE chat kami.
Aku bercerita kepada dia, bagaimana belakangan dengan blogging, latihan dan kuliah aku susah meluangkan waktu untuk teman-teman dan keluarga.

Ada kalanya saat aku libur aku memilih beristirahat dan tidur di rumah.
“Kalau ada waktu kosong luangkanlah sebentar untuk kamu melakukan hal-hal itu. Memang lelah, dan seperti yang kamu bilang ada saatnya kamu lebih memilih tidur di kasur nyamanmu itu.Tapi, kehidupanmu saat 20 tahun ini belum tentu bisa kamu jalani lagi nanti. Kamu bisa melakukan apa saja sekarang dan kamu malah lebih memilih untuk tidur itu lucu.”

Lucu. Katanya.
*sigh*

Dalam hati aku membenarkan setiap perkataannya.
Hidup dalam sebuah momen.
Live in the moment. Cherish every moment in our life.

Kalimat yang sebenarnya sudah sering aku dengar sebelumnya.
Tapi malam itu, aku baru mengerti arti dibalik kalimat tersebut.

Kadang kita menjalani hidup…
Jalan saja terus, tanpa arti.
Padahal kita bisa mengartikan setiap momen yang sudah Tuhan berikan.
Kembali lagi ke awal. Disuatu malam aku bertanya,

“Bagaimana kamu memaknai hidup kamu?”

Hidup ini adalah misteri yang sedang ingin aku cari tahu jawabannya.
Jawaban yang di berikan membuatku semakin berpikir.
Apa yang aku tahu?
Apa yang benar-benar aku harus tahu?
Apa yang seharusnya aku cari tahu?
Apa yang aku ingin tahu?

Jawabanku saat ini sesimpel,
Aku tidak tahu.
Saat inipun sang pertanyaan masih menantikan jawabannya.
Atau, ada yang mau membantuku untuk menjawabnya?

Gadis yang sedang bertanya-tanya,

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s